Blog

  • SMAN 1 Lhoksukon Terpilih sebagai Pilot Project Penerapan E-Book Sains Berbasis Al-Qur’an

    SMAN 1 Lhoksukon Terpilih sebagai Pilot Project Penerapan E-Book Sains Berbasis Al-Qur’an

    Lhoksukon – SMA Negeri 1 Lhoksukon resmi ditunjuk sebagai salah satu sekolah percontohan (pilot project) dalam penerapan e-book sains berbasis Al-Qur’an di Provinsi Aceh. Program ini merupakan bagian dari upaya Dinas Pendidikan Aceh untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pembelajaran di sekolah.

    Kepala SMA Negeri 1 Lhoksukon, Zulkifli, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah menyambut baik kepercayaan tersebut. Menurutnya, program ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu memperkuat karakter religius peserta didik.

    Pada tahap awal pelaksanaan, terdapat lima modul e-book yang akan diterapkan, meliputi mata pelajaran Matematika Kelas X, Fisika Kelas X, Fisika Kelas XI, Biologi Kelas X, dan Kimia Kelas X. Setiap materi disusun dengan menghubungkan konsep-konsep sains dengan ayat-ayat Al-Qur’an secara kontekstual sehingga peserta didik dapat memahami keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.

    Program ini mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Aceh tentang penerapan pembelajaran bermuatan Al-Qur’an di satuan pendidikan. Selain SMA Negeri 1 Lhoksukon, dua sekolah lain di Kabupaten Aceh Utara juga ditetapkan sebagai sekolah percontohan, yaitu SMAN 3 Putra Bangsa dan SMAN 1 Muara Batu.

    Sebagai sekolah yang dipercaya menjalankan program tersebut, SMA Negeri 1 Lhoksukon terus mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk penyesuaian perangkat pembelajaran serta peningkatan kompetensi guru agar implementasi e-book dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

    Melalui program ini, diharapkan proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Lhoksukon semakin inovatif, mampu meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi yang unggul dalam penguasaan sains, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Keikutsertaan sekolah sebagai pilot project juga menjadi bukti komitmen SMA Negeri 1 Lhoksukon dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berkualitas di Aceh.

  • MGMP Perdana Guru TIK SMA se-Aceh Utara Resmi Digelar, Satukan Visi Pembelajaran Komputer dan Coding

    MGMP Perdana Guru TIK SMA se-Aceh Utara Resmi Digelar, Satukan Visi Pembelajaran Komputer dan Coding

    Aceh Utara – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) jenjang SMA se-Kabupaten Aceh Utara resmi menggelar pertemuan perdana sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam menghadapi perkembangan pembelajaran komputer dan coding di sekolah.

    Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 1 Lhoksukon tersebut menjadi momentum penting bagi para guru TIK untuk menyatukan visi, meningkatkan kompetensi, serta menyusun program kerja yang mendukung implementasi pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan.

    Pertemuan ini dihadiri oleh guru TIK dari berbagai SMA di Aceh Utara. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum MGMP juga dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai strategi pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, hingga kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan materi komputer dan coding sesuai arah kebijakan pendidikan nasional.

    Dalam diskusi, para peserta menekankan pentingnya sinergi antarpendidik agar pembelajaran TIK tidak hanya berorientasi pada penguasaan perangkat lunak, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir logis, kreatif, dan pemecahan masalah melalui pembelajaran coding.

    MGMP dinilai menjadi wadah strategis bagi guru untuk saling berbagi pengalaman, menyusun inovasi pembelajaran, serta meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi tantangan transformasi digital di dunia pendidikan. Forum ini juga diharapkan dapat menghasilkan berbagai program yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran TIK di sekolah.

    Selain membahas program kerja organisasi, peserta turut berdiskusi mengenai penguatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai pendukung proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan tetap berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.

    Melalui pertemuan perdana ini, MGMP Guru TIK SMA se-Aceh Utara diharapkan menjadi forum kolaboratif yang mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran, memperkuat profesionalisme guru, serta mendukung terwujudnya pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

    Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk terus mempererat kerja sama dalam meningkatkan mutu pembelajaran TIK di SMA se-Aceh Utara.